Home      Java Forum      Service Hardware      Zeos Database      Template
Ruang forum ini kami sediakan bagi pecinta dan praktisi elektronika dan komputer. Bila ada pertanyaan seputar elektronika silahkan kirim via e-mail kami dan akan kita bahas bersama.
Kami menyediakan e-book antara lain:
1. Service Monitor
2. Service Printer
3. Service CPU
4. Dasar Elektronika
Jika ada yang berminat dengan e-book bisa hubungi kami via e-mail atau www.software-pendidikan.com Terima kasih.

Minggu, 10 Februari 2008

Prinsip Kerja Power Regulator Switching

Perangkat elektronika agar dapat dioperasikan dengan baik harus menggunakan power supply arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi besar yang membutuhkan catu daya lebih besar pula, sumber dari baterai tidak cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik AC (alternating current) dari pembangkit tenaga listrik.

Gambar Contoh power supply

Rangkaian power supply linear berfungsi untuk mengubah tegangan listrik bolak balik AC (alternating current) menjadi tegangan searah DC (direct current). Adapun besarnya tegangan DC yang dihasilkan harus disesuaikan dengan kebutuhan beban pada rangkaian yang akan di supply. Didalam, rangkaian catu daya terbagi atas beberapa bagian yaitu :

1. Penyearah tegangan.
2. Filter tegangan.

3. Stabilisator tegangan.
4. Tegangan Output


Gambar Diagram Blok Catu Daya


Jenis – Jenis Penyearah (Rectifier)

Penyearah yang banyak digunakan dapat di golongkan menjadi 4 jenis antara lain :

1. Penyearah setengah gelombang.

2. Penyearah gelombang penuh

3. Penyearah jembatan gelombang penuh.

4. Pengganda tegangan.

4 komentar:

ale mengatakan...

mana regulator switchingnya, kalau yang diceritakan itu kan regulator konvensional. Kalau ga salah sitching kan proses di regulator switching itu kan sinyal Ac di searahkan menjadi DC oleh dioda penyearah, kemudian DC dimanipulasi menjadi DC yang terputus-putus (seperti AC), kemudian di transfer ke rangkaian sekunder melalui trafo switching. setelah itu baru disearahkan kembali oleh dioda penyearah. Maka jadilah tegangan DC yang kita butuhkan. Untuk kestabilan tegangan yang dihasilkan dikontrol menggunakan feed back melalaui opto coupler. gitu kalo ga salah, kalau salah mohon dimaafkan.cikini

ale mengatakan...

mana regulator switchingnya, kalau yang diceritakan itu kan regulator konvensional. Kalau ga salah sitching kan proses di regulator switching itu kan sinyal Ac di searahkan menjadi DC oleh dioda penyearah, kemudian DC dimanipulasi menjadi DC yang terputus-putus (seperti AC), kemudian di transfer ke rangkaian sekunder melalui trafo switching. setelah itu baru disearahkan kembali oleh dioda penyearah. Maka jadilah tegangan DC yang kita butuhkan. Untuk kestabilan tegangan yang dihasilkan dikontrol menggunakan feed back melalaui opto coupler. gitu kalo ga salah, kalau salah mohon dimaafkan.cikini

didi mengatakan...

kalo monitor konslet gimana ya cara ngeceknya. dihidupkan nyala lalu mati

kakang mengatakan...

iya nich bener juga kata mas Ale, kalo bisa dikasih contoh gambar scematicnya beserta penjelasannya sehingga kita kaum awam bisa mencobanya langsung bukan sekedar pembahasan belaka, terima kasih