Perangkat elektronika agar dapat dioperasikan dengan baik harus menggunakan power supply arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi besar yang membutuhkan catu daya lebih besar pula, sumber dari baterai tidak cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik AC (alternating current) dari pembangkit tenaga listrik. Gambar Contoh power supply
Rangkaian power supply linear berfungsi untuk mengubah tegangan listrik bolak balik AC (alternating current) menjadi tegangan searah DC (direct current). Adapun besarnya tegangan DC yang dihasilkan harus disesuaikan dengan kebutuhan beban pada rangkaian yang akan di supply. Didalam, rangkaian catu daya terbagi atas beberapa bagian yaitu :
1. Penyearah tegangan.
2. Filter tegangan.
3. Stabilisator tegangan.
4. Tegangan Output
Gambar Diagram Blok Catu Daya
Jenis – Jenis Penyearah (Rectifier)
Penyearah yang banyak digunakan dapat di golongkan menjadi 4 jenis antara lain :
1. Penyearah setengah gelombang.
2. Penyearah gelombang penuh
3. Penyearah jembatan gelombang penuh.
4. Pengganda tegangan.


4 komentar:
mana regulator switchingnya, kalau yang diceritakan itu kan regulator konvensional. Kalau ga salah sitching kan proses di regulator switching itu kan sinyal Ac di searahkan menjadi DC oleh dioda penyearah, kemudian DC dimanipulasi menjadi DC yang terputus-putus (seperti AC), kemudian di transfer ke rangkaian sekunder melalui trafo switching. setelah itu baru disearahkan kembali oleh dioda penyearah. Maka jadilah tegangan DC yang kita butuhkan. Untuk kestabilan tegangan yang dihasilkan dikontrol menggunakan feed back melalaui opto coupler. gitu kalo ga salah, kalau salah mohon dimaafkan.cikini
mana regulator switchingnya, kalau yang diceritakan itu kan regulator konvensional. Kalau ga salah sitching kan proses di regulator switching itu kan sinyal Ac di searahkan menjadi DC oleh dioda penyearah, kemudian DC dimanipulasi menjadi DC yang terputus-putus (seperti AC), kemudian di transfer ke rangkaian sekunder melalui trafo switching. setelah itu baru disearahkan kembali oleh dioda penyearah. Maka jadilah tegangan DC yang kita butuhkan. Untuk kestabilan tegangan yang dihasilkan dikontrol menggunakan feed back melalaui opto coupler. gitu kalo ga salah, kalau salah mohon dimaafkan.cikini
kalo monitor konslet gimana ya cara ngeceknya. dihidupkan nyala lalu mati
iya nich bener juga kata mas Ale, kalo bisa dikasih contoh gambar scematicnya beserta penjelasannya sehingga kita kaum awam bisa mencobanya langsung bukan sekedar pembahasan belaka, terima kasih
Poskan Komentar